Wali Songo dan Konsep Dewata Nawa Sangha
Artikel ini mengkaji pendapat KH Agus Sunyoto mengenai kemungkinan perubahan konsep Nawa Dewata menjadi Wali Sanga dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa. Pembahasan bertumpu pada pembacaan Atlas Wali Songo, terutama hubungan angka sembilan, susunan kosmologis, kategori kewalian, dan contoh Sunan Giri. Rujukan tentang tradisi Hindu, lontar Bali, teks Sunda, serta historiografi wali digunakan sebagai bahan pembanding. Kajian membedakan pernyataan pengarang, ringkasan pemberitaan, dan penafsiran sejarah, sekaligus menilai kekuatan serta keterbatasan bukti yang tersedia. Melalui pendekatan tersebut, gagasan adaptasi budaya ditempatkan sebagai hipotesis yang perlu diuji melalui kronologi, hubungan antarsumber, dan jejak perubahan makna keagamaan dalam kehidupan masyarakat Jawa pada masa peralihan sejarah.
KAJIAN NASKAH
10/7/20261 min read
