Sejarah Kabupaten Rajekwesi 1725–1828: Dari Jipang, Perang Mataram hingga Lahirnya Bojonegoro

Sejarah Kabupaten Rajekwesi 1725–1828 merupakan bagian penting perjalanan panjang Bojonegoro, sejak perpindahan pusat pemerintahan Jipang dari Padangan ke Rajekwesi pada masa Raden Tumenggung Haria Matahun I. Artikel ini mengulas pergolakan politik Mataram, Perjanjian Giyanti 1755, perubahan kekuasaan Surakarta dan Yogyakarta, serta pengaruh pemerintahan kolonial Belanda. Pembahasan juga menelusuri silsilah para bupati, perkembangan wilayah, dan perlawanan Raden Tumenggung Sosrodilogo dalam Perang Jawa 1827–1828. Berdasarkan kajian arsip kolonial, catatan sejarah, dan penelitian J. Noorduyn, artikel ini mengungkap kehancuran Rajekwesi, perpindahan pusat pemerintahan ke Kebo Gadung, serta proses perubahan nama menjadi Bojonegoro pada 25 September 1828.

SEJARAH BOJONEGORO

M. Kohar

10/8/20261 min read