Prasasti Canggu 1358, Jejak Desa-Desa Kuno di Tepian Bengawan Solo dan Brantas

Prasasti Canggu tahun 1358 menyimpan jejak tempat-tempat penyeberangan sungai pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Melalui alih aksara, terjemahan bahasa Indonesia, dan pembacaan sejarah, artikel ini membahas Naditira Pradeśa serta hubungannya dengan jaringan Bengawan Solo dan Brantas. Nama-nama seperti Malo, Widang, Ngawi, Canggu, Terung, dan Surabaya menjadi pintu untuk menelusuri kehidupan masyarakat sungai, pelayanan perahu, perdagangan, serta hak dan kewajiban petugas penyeberangan. Dilengkapi foto dokumenter dan sumber penelitian, pembahasan membedakan isi prasasti, penafsiran sejarah, dan identifikasi lokasi modern yang masih memerlukan pembuktian.

PRASASTI

10/7/20261 min read