Perpindahan Pusat Pemerintahan Jipang: Dari Padangan ke Rajekwesi hingga Bojonegoro

Sejarah Jipang memperlihatkan perubahan pusat pemerintahan dan nama administratif yang berlangsung melalui beberapa tahap. Historiografi resmi Kabupaten Bojonegoro menempatkan tahun 1725 sebagai masa ketika pusat pemerintahan Jipang dipindahkan dari Padangan ke Rajekwesi atas perintah Pakubuwana II kepada Haria Matahun I. Namun, arsip VOC menunjukkan bahwa nama Djipang masih digunakan dalam dokumen sesudah 1725. Penelitian J. Noorduyn juga menunjukkan bahwa perubahan nama administratif menjadi Radjegwesi berlangsung pada periode yang lebih kemudian, sekitar 1824, sebelum akhirnya pada 1828 nama Bodjanegara digunakan. Artikel ini menelusuri hubungan Padangan, Jipang, Rajekwesi, dan Bojonegoro berdasarkan sumber arsip, historiografi lokal, serta kajian sejarah yang relevan.

PERISTIWA SEJARAH

9/30/20261 min read