Perlawanan Rakyat Bojonegoro Melawan Agresi Militer Belanda II 1948–1949
Artikel ini mengulas perlawanan rakyat dan pasukan Republik di Bojonegoro selama Agresi Militer Belanda II pada 1948–1949. Pembahasan disusun berdasarkan sejarah Brigade Ronggolawe, penelitian akademik, katalog arsip, dokumentasi sejarah lokal, dan kesaksian pelaku. Kronologi mencakup penghancuran Jembatan Kaliketek, pertahanan Glendeng, gugurnya Lettu Soejitno, jatuhnya Kota Bojonegoro, pertempuran di Dander, Balen, Kapas, Clangap, Bubulan, hingga rangkaian operasi Belanda di Temayang. Artikel juga membahas struktur komando, pergerakan pasukan, kekuatan militer, korban, peran masyarakat, serta perubahan strategi perang dari pertahanan terbuka menuju gerilya. Data yang belum terverifikasi melalui arsip primer disajikan secara hati-hati dan dibedakan dari fakta yang didukung sumber.
PERISTIWA SEJARAHSEJARAH BOJONEGORO
M. Kohar
9/28/20261 min read
