Palagan Badholeng dan Gugurnya Harya Matahun: Menelusuri Jejak Tumenggung Jipang 1719–1742
Artikel ini mengkaji secara kritis Palagan Badholeng dan kisah gugurnya Harya Matahun melalui perbandingan tradisi Bojonegoro, Babad Tanah Jawi, dan arsip VOC. Penelusuran sumber primer menunjukkan keberadaan Tumenggung Mataoen yang terkait dengan Jipang sejak 1719, kembali tercatat pada 1720, 1741, hingga 1742. Arsip VOC juga mencatat seorang Tumenggung Jipang bersama putranya tewas dibunuh pasukan Madura di Sidayu pada Oktober 1741. Namun, identifikasi Mataoen sebagai Harya Matahun, hubungan peristiwa tersebut dengan Badholeng, serta kronologi 1735 masih memerlukan pengujian. Kajian ini memisahkan bukti primer, tradisi lokal, historiografi, dan hipotesis untuk merekonstruksi sejarah Jipang secara kritis, transparan, dan bertanggung jawab.
PERISTIWA SEJARAHTOKOH SEJARAHSEJARAH BOJONEGORO
M. Kohar
10/7/20261 min read
