Nieuw-Radjegwessi 1828: Kebo Gadung, Pemindahan Pusat Pemerintahan dan Lahirnya Nama Bodjo Negoro

Bagaimana sebenarnya nama Bojonegoro muncul dalam sejarah pada 1828? Kajian ini menelusuri perubahan Radjegwessi setelah pemberontakan 1827, ketika pusat pemerintahan lama dipindahkan ke Kebo Gadung. Tempat baru tersebut mula-mula dikenal sebagai Nieuw-Radjegwessi. Berdasarkan penelitian J. Noorduyn terhadap dokumen kolonial, artikel ini membahas keputusan pemindahan pusat pemerintahan, surat Raden Adipati Djojo Negoro tanggal 4 Juli 1828, perdebatan mengenai nama baru, hingga Besluit No. 14 tanggal 25 September 1828 yang secara resmi mengubah nama Regentschap Radjakwessie menjadi Bodjo Negoro. Kajian ini membedakan dokumen primer, interpretasi sejarawan, dan batas bukti agar sejarah Bojonegoro dipahami secara lebih akurat, kritis, dan kronologis.

9/30/20261 min read